Di Provinsi Sumatera Utara ada beberapa etnis asli, yaitu Melayu, Batak
Toba, Mandailing, Simalungun, Karo, Pakpak-Dairi, Melayu Pesisir Barat,
Siladang dan Nias.
Batak adalah rumpun bangsa yang sering disebut untuk menamakan Batak
Toba, Mandailing-Angkola, Simalungun, Karo ataupun Pakpak-Dairi. Walau
sebenarnya Cuma orang Batak Toba (termasuk Habinsaran, Silindung,
Humbang, Uluan, dan Samosir), saja yang amat berkenan disebut Batak.
Dulu, penulis asing memakai sebutan Batak untuk pemaknaan suku-suku
terpencil dipedalaman- pagans; bahkan Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI)
oleh W.J.S. Poerwadarminta, memberi batasan dengan makna perompak
perampok.
Dibanyak referensi yang ditulis oleh penulis dari kalangan Batak Toba,
Wilayah Batak Toba (termasuk Habinsaran, Silindung, Humbang, Uluan, dan
Samosir) lah sebagai muasal dari Mandailing - Angkola, Simalungun, Karo
dan Pakpak-Dairi, serta marga-marga dari suku-suku ini selalu
dikait-kaitkan ke Batak Toba; sehingga seolah-olah Batak Toba sebagai
induk suku, dan yang lainnya sebagai sub-suku.
Hal ini tidak bisa diterima dari suku-suku Mandailing-Angkola, Simalungun, Karo ataupun Pakpak-Dairi.
Mandailing Angkola sangat tidak berkenan disebut Batak. Mereka
berkeyakinan mempunyai latarbelakang sejarah dan peradaban seta
peradatan yang berbeda dengan Batak Toba. Z Pangaduan Lubis, seorang
budayawan dan sejarahwan Mandailing, berupaya membuktikan bahwa
mandailing tidak punya keterkaitan suku dengan Batak Toba, beliau
mengggali bukti sejarah selama bertahun-tahun. Begitu juga bagi Karo dan
Pakpak.
Jika Batak Toba dan Mandailing-Angkola menyebut kain adatnya dengan
istilah Ulos, Suku Simalungun menyebut kain adatnya dengan sebutan Hiou,
Uis bagi Suku Karo dan Oles untuk Pakpak. Kata alu aluan atau Salam
Horas juga Cuma dipergunakan untuk Batak Toba, Mandailing-Angkola dan
Simalungun. Suku Karo memakai salam Mejuah-juah, Pakpak-dairi dengan
Njuah-juah. Suku melayu Pesisir Barat memakai salam Oi Lamat dan Melayu
di pesisir timur memakai kata alu-aluan atau salam Ahoi.
Setiap Suku-suku dari rumpun Batak ini mempunyai bahasa dan aksara
masing-masing. Uli Kozok, peneliti jerman, membagi dlm rumpun selatan
(Angkola-Mandailing & Toba), Rumpun utara (Karo & Pakpak-Dairi)
serta Simalungun yang terpisah dari rumpun keduanya. Adelaar, ahli
bahasa, menyiratkan bahwa Bahasa Simalungun adalah yang paling tua,
dengan mempertimbangkan secara histories bahasa Simalungun merupakan
cabang dari rumpun selatan yang berpisah dari Batak Selatan sebelum
bahasa Toba dan Angkola-Mandailing terbentuk.


0 Response to "Rumpun Batak - Indonesia"
Post a Comment